saya dan teman-teman sampai di SDLB Talitakum pada pukul 07.30. kegiatan pertama yang kami lakukan adalah senam otak bersama di depan sekolah bersama dengan guru dan para siswa. senam otak tersebut di pimpin oleh salah seorang siswa secara bergilir. setelah melakukan senam otak sekitar pukul 08.00, kami berdoa bersama sebelum melakukan kegiatan sebelum pembelajaran pada hari itu. setelah beroda, kami bergegas untuk melakukan kegiatan kedua yaitu berolah raga di lapangan terdekat dari sekolah tersebut. saya dan siswa siswi didampingi oleh guru-guru berjalan bersama menuju lapangan. sesampainya di lapangan, kami melakukan pemanasan dengan berjalan mengililingi lapangan dengan bergandengan tangan.
setelah itu, siswa siswi dibebaskan untuk melakukan kegiatan olah raga yang mereka sukai seperti lempar tangkap bola basket dan lari pagi. anak-anak tampak sangat bersemangat dan sangat menikmati kegiatan tersebut.
seusainya olah raga di lapangan sekitar pukul 08.45, siswa-siswi segera kembali menuju sekolah untuk beristirahat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar. saat istirahat, saya dan teman-teman membagikan creackers dan susu untuk anak-anak. sungguh terharu hati kami saat mereka tampak sangat senang menerima sedikit hadiah yang kami berikan. mereka segera menghabiskan makanan yang kami beri dan bersiap untuk kegiatan belajar di kelas masing-masing.
SDLB Talitakum dibagi menjadi 6 kelas. pembagian tersebut bukan berdasarkan umur mereka seperti di sekolah pada umumnya, namun berdasarkan kemampuan mereka. dalam satu kelas biasanya hanya berisi 2 sampai 5 siswa saja dengan seorang guru. kegiatan belajar mengajar tersebut berisi latihan-latihan dasar yang masih sangat sederhana seperti menyusun balok, bernyanyi, membaca, dan berhitung.
dari kunjungan tersebut, kami mendapatkan banyak hal yang dapat kita pelajari yaitu:- Terkadang kita mengeluh dengan tugas sekolah yang melelahkan, namun mereka justru tetap berusaha untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan potensi mereka, walaupun sebenarnya secara mental mereka kesusahan.
- Kesabaran menjadi kunci utama dalam menangani anak-anak ini.
- Membuka diri untuk peduli dan sadar bahwa banyak anak yang membutuhkan perhatian lebih melalui orang disekitarnya, apalagi yang dapat bergaul akrab dengan mereka.
"Sebab
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan
kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan"
dari pengalaman tersebut, kami disadarkan bahwa sebenarnya anak berkebutuhan khusus sama dengan kita semua, namun mereka tidak seberuntung kita. oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu dan terus mendukung mereka agar menjadi lebih baik lagi. karena sesungguhnya yang mereka butuhkan adalah sebuah motivasi dan dorongan, bukan sebuah cemoohan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar