Stella Callista Pribadi
15.E1.0095
Dalam hidup ini ada berbagai macam pertanyaan yang telah dikemukakan khususnya yang berkaitan dengan iman percaya kita, diantaranya :
Mengapa kita percaya kepada Yesus ? Mengapa kita mengikut Yesus? Mengapa kita melayani Yesus?
Dari sekian banyak macam pertanyaan, tentunya ada berbagai macam pula jawaban., sebab setiap orang akan menjawab semua pertanyaan itu berdasarkan pengalaman hidup mereka masing-masing; tetapi bukan berarti itu salah, karena masing-masing jawaban itu saling melengkapi, yang pada akhirnya semuanya itu akan menguatkan iman kita.
Dan setiap kita diberikan kemampuan untuk belajar sampai mencapai suatu pengetahuan. Kemampuan kita saat ini harus kita fokuskan pada Alkitab. Lukas 24:25-27 berkata, “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi . . . . . .”
Untuk itu mari kita lihat beberapa alasan, mengapa kita percaya kepada Tuhan Yesus?
Pertama, Kebenaran Itu Ditulis
Kalau Tuhan tidak membuka pikiran, maka kita tidak dapat mengerti. Dalam Kitab Kejadian, pada waktu manusia jatuh dalam dosa dan berusaha menutupi ketelanjangannya mereka tetap kelihatan “telanjang” sehingga pada akhirnya Tuhan membawa kulit domba untuk mereka. Untuk mendapatkan kulit domba ini perlu ada darah yang keluar. Darah yang keluar berbicara tentang Yesus Kristus. Memang pada waktu itu darah binatang, tetapi pada akhirnya digenapi oleh darah Yesus, sehingga hal ini merupakan kebenaran yang tertulis dengan adanya suatu penggenapan.
Demikian juga dalam kitab Keluaran pada waktu orang Israel keluar dari Mesir, hukuman menimpa Mesir, dan pada akhir hukuman ada domba Paskah. Bahkan sampai hari ini kita memperingati korban Kristus, yaitu dimulai dari Paskah. Dalam Kitab Bilangan, berbicara tentang darah yang dikorbankan, Yesaya 53 berbicara tentang Yesus yang akan datang, dan Yehezkiel, termasuk Ruth juga berbicara tentang Yesus Kristus. Yang jelas semuanya berbicara tentang Yesus Kristus. Segala sesuatu yaitu mulai dari yang purba sampai yang akan datang ada dalam Alkitab kita. Oleh karena itu kita perlu belajar. Makin kita mendalami Firman Tuhan, maka semakin besar kita memahami kasih Allah, khususnya tentang rencana Tuhan atas hidup kita masing-masing.
Kedua, Kebenaran Itu Dibuktikan (1 Korintus 15:3-8)
Yesus telah membuktikan bahwa diri-Nya sudah bangkit dari antara orang mati. Demikian juga Tuhan Yesus membuktikan kuasa mujizat kepada kita bahkan dia membuktikan dengan sangat nyata. Roma 1:16-17 berkata, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”Iman digambarkan seperti biji sesawi, yaitu biji dari suatu pohon yang besar tetapi benihnya sangat kecil. Memang iman kita mulai dari kecil dahulu tetapi pasti menghasilkan sesuatu yang besar. Di dalam Dia tidak ada yang kecil lagi. Kita harus mengalami progresif revelation. Ingat Tuhan Yesuslah yang membuat kita tetap kuat dan berhasil, supaya kebenaran dapat dibuktikan.
Ketiga, Didalam Dia Ada Pengharapan (Galatia 1:13-19)
Memang, terkadang kita terhalang oleh waktu karena harus menunggu. Oleh karena itu : bersabarlah !!. Karena apabila Roh Kudus merupakan jaminan atas hidup kita, maka tidak ada yang dapat menghalangi. Walaupun pelajaran Yesus mungkin tidak masuk akal dan sukar ditangkap sehingga murid-murid-Nya banyak yang meningggalkan Yesus, tetapi Simon Petrus tegak di dalam imannya (Yohanes 6:66-69). Itupun Simon sempat mengalami persoalan lagi dengan menyangkal Yesus tetapi pada akhirnya dia kembali bertobat.
Oleh sebab itu, marilah kita pegang teguh iman percaya kita kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab firman Tuhan berkata : ”keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Amin
Referensi dari : http://www.bethanygraha.org